Senin, 19 Desember 2011

Panduan Berbahasa Inggris/Salam dan Perkenalan


Salam dan Perkenalan (Greetings and Introduction)
Ucapan salam biasa digunakan untuk menyapa orang lain. Ungkapan perkenalan biasa digunakan untuk memperkenalkan diri atau menanyakan identitas orang lain.

Salam (Greetings)
Biasanya setelah mengucapkan salam, diiringi dengan menanyakan kabar orang yang disapa. Di bawah ini beberapa ungkapan salam yang biasa digunakan serta ungkapan yang digunakan untuk menanyakan/menjawab kondisi seseorang.
Selamat Pagi
Good Morning
Selamat Siang
Good Afternoon
Selamat Malam
Good Evening
Selamat Malam/Selamat Tinggal/Selamat Tidur
Good Night
Selamat Tinggal
Good Bye
Sampai Jumpa
See you
Halo atau Hai
Hello atau Hi
Apa kabar?
How are you?
Baik-baik saja
I'm fine. Thank you. atau Good
Apakah kamu baik-baik saja?
Are you alright? atau Are you OK?
Saya sedang sakit
I'm feeling sick atau I feel sick
Saya sedang pusing
I'm having a headache
Saya sedang flu
I'm having a flu/influenza
Saya demam
I'm having a cold
Saya merasa tidak enak badan
I am not feeling well
Yah, begitulah atau Biasa-biasa saja
Not bad


Perkenalan Diri (Introduction)
Berikut adalah ungkapan-ungkapan yang biasa digunakan untuk bertanya tentang identitas seseorang/memperkenalkan diri
  • Hi, my name is <nama Anda>. And what's your name?
  • Hi, how are you?
my name is ari i'm fine how about you my name is andy about me:i'm life in sampit city born  :03.01.1989 about they.

Latihan (Exercise)
Cobalah berlatih pada situasi-situasi berikut.
  1. Perkenalkan diri Anda pada teman Anda, abang, adik, atau guru. Sebutkan nama Anda, dari mana asal Anda, kelas berapa, dan tinggal di mana.
  2. Anda berperan sebagai guru bahasa Indonesia. Peragakan perkenalan di hadapan siswa-siswa.
  3. Sapa teman Anda dengan bahasa Inggris.
Role Play dengan Imaginative Personality
Rasionalisasi: Dalam praktek berbahasa diseyogyakan untuk berbahasa secara natural karena kalau berkenalan dengan orang yang sudah kenal, suasana menjadi kering dan tidak bermakna. Untuk mendorong rasa ingin tahu, gunakan imaginative personality.
Cara berpraktek:
  1. Buat kelompok minimal beranggotakan 3 orang, kemudian masing-masing dengan membuat identitas diri baru mulai dari nama sampai dengan data pribadi yang biasa digunakan dalam perkenalan. Untuk memeriahkan suasana, gunakan data yang unik. Data tersebut tuliskan dalam kartu sebesar kartu bridge. Tambahi gambar penunjang bila perlu.
  2. Mulailah saling memperkenalkan diri dengan identitas baru tersebut. (Memperkenalkan diri)
  3. Setelah semua saling memperkenalkan diri, buat identitas baru lagi. Serahkan identitas baru kedua tersebut kepada teman di selah kanan anda, sehingga terjadi saling tukar indentitas baru kedua.
  4. Kenalkan teman dengan identitas baru kedua kepada teman lain. (Memperkenalkan orang lain)

Sabtu, 17 Desember 2011

Conditional Sentence


'IF' SENTENCES AND THE 'UNREAL' PAST

In this section you will find information on sentences containing the word 'if', the use of conditional tenses, and the 'unreal past', that is, when we use a past tense but we are not actually referring to past time.

IF AND THE CONDITIONAL

There are four main types of 'if' sentences in English:
1. The 'zero' conditional, where the tense in both parts of the sentence is the simple present:
'IF' CLAUSE
MAIN CLAUSE
If + simple present
If you heat ice
If it rains
simple present
it melts.
you get wet
In these sentences, the time is now or always and the situation is real and possible. They are often used to refer to general truths.
2. The Type 1 conditional, where the tense in the 'if clause is the simple present, and the tense in the main clause is the simple future
'IF' CLAUSE
MAIN CLAUSE
If + simple present
If it rains
If you don't hurry
Simple future
you will get wet
we will miss the train.
In these sentences, the time is the present or future and the situation is real. They refer to a possible condition and its probable result.
3. The Type 2 conditional, where the tense in the 'if' clause is the simple past, and the tense in the main clause is the present conditional:
'IF' CLAUSE
MAIN CLAUSE
If + simple past
If it rained
If you went to bed earlier
Present conditional
you would get wet
you wouldn't be so tired.
In these sentences, the time is now or any time, and the situation is unreal. They are not based on fact, and they refer to an unlikely or hypothetical condition and its probable result.
4. The Type 3 conditional, where the tense in the 'if' clause is the past perfect, and the tense in the main clause is the perfect conditional:
'IF' CLAUSE
MAIN CLAUSE
If + past perfect
If it had rained
If you had worked harder
Perfect conditional
you would have got wet
you would have passed the exam.
In these sentences, the time is past, and the situation is contrary to reality. The facts they are based on are the opposite of what is expressed, and they refer to an unreal past condition and its probable past result.
A further type of 'if' sentence exists, where Type 2 and Type 3 are mixed. The tense in the 'if' clause is the past perfect, and the tense in the main clause is the present conditional:
'IF' CLAUSE
MAIN CLAUSE
If + past perfect
If I had worked harder at school
If we had looked at the map
Present conditional
I would have a better job now.
we wouldn't be lost.
In these sentences, the time is past in the 'if' clause, and present in the main clause. They refer to an unreal past condition and its probable result in the present.

How are U!


As you can imagine, many times a day especially in the street, people talk and say “How are you?” maybe ninety-nine percent of the answers are “I’m fine” which is often a bit artificial. Or maybe you can say…..
·        
  •              Not so good, didn’t sleep well last night.
  • ·         Ok.. just! (barely good)
  • ·         Can’t complain
  • ·         Fair to average
  • ·         Pretty good, what about you?
  • ·         You don’t want to know about it
  • ·         Awful, there was so much traffic coming in this morning
  • ·         Don’t ask
  • ·         Been better
  • ·         Really good, actually
  • ·         I’m still breathing! (irony)
  • ·         Absolutely fantastic! (a joke)
  • ·         Never been better.
  • ·         Same as usual
  • ·         terrific

Jumat, 28 Oktober 2011

Cara Penulisan Daftar Pustaka Yang Baik dan Benar


CARA PENULISAN DAFTAR PUSTAKA YANG BAIK DAN BENAR
Berikut ini merupakan contoh dari bagaimana penulisan daftar pustaka pada penulisan makalah, skripsi atau penelitian dan lain sebagainya.
1. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet, pertama; tulis nama, kedua; tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik), ketiga; tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi, keempat; tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma, kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok. Seperti contoh dibawah ini:
2. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik), keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti contoh dibawah ini:
  • Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
  • Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.
3. Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. Pertama  tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ (  )] setelah itu beri (tanda titik). Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok. keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok.  Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka. Nah ini contohnya Seperti dibawah ini:
  • Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
  • Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.
Perlu diingat juga untuk penulisan daftar pustaka yang banyak harus berurutan penulisannya. Nama dari sumber yang diambil sebagai daftar putaka ditulis berdasarkan urutan Abjad dari nama masing-masing tersebut, dimulai dengan Abjad A-Z itulah urutan penulisan daftar pustaka yang baik yaitu sesuai dengan urutan nama-namanya.


Kamis, 27 Oktober 2011

TOEFL


TOEFL adalah singkatan dari Test Of English as a Foreign Language (Test Bahasa Inggris sebagai bahasa asing), yang diorganisir oleh sebuah lembaga di Amerika Serikat yang bernama ETS (Educational Testing Service).
Pada awalnya, TOEFL diperlukan bagi para pelajar di negara-negara yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris, tetapi ingin melanjutkan studi ke negara-negara yang bahasa resminya adalah bahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa Barat.
Ini diperlukan untuk memastikan bahwa siswa-siswa dari negara berbahasa non-bahasa Inggris tersebut dapat mengikuti perkuliahan di negara berbahasa Inggris dengan baik. Antara lain untuk :
  • Memastikan bahwa mahasiswa tersebut memahami uraian yang diberikan dosen dalam bahasa Inggris (listening skill).
  • Mahasiswa memahami buku-buku textbook yang diwajibkan (reading skill).
  • Mahasiswa mampu membuat tulisan ilmiah dengan tatabahasa yang benar (writing & grammar skill).
Untuk dapat diterima di negara-negara barat, calon mahasiswa haruslah memiliki TOEFL score minimal 500 (Eropa), bahkan untuk di Amerika Serikat, TOEFL score yang disyaratkan adalah 550. (Nilai maksimal TOEFL Paper Based Test adalah 677).